Puluhan Juta Melayang, Peserta MTQ dari Luar Daerah, King Badak Ultimatum: Copot Camat Cikulur!

Berita, Nasional44 Dilihat

Sababogor.my.id – LEBAK — Polemik pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Lebak dari kafilah Kecamatan Cikulur memanas. Puluhan juta rupiah yang dihimpun dari partisipasi masyarakat, kepala desa, ASN, dan berbagai pihak untuk mendukung kafilah Cikulur justru berujung pada sorotan tajam setelah rombongan hanya menempati peringkat keenam.

Lebih dari itu, keputusan Camat Cikulur yang menetapkan 17 peserta MTQ dari luar daerah sebagai utusan resmi Cikulur memicu kekecewaan besar warga. Padahal, sejak lama Cikulur dikenal sebagai “lumbung” santri dan santriwati berprestasi dalam ajang MTQ di Lebak.

Tokoh Cikulur, Eli Sahroni—akrab disapa King Badak, sekaligus Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan—melontarkan kritik keras dan mendesak Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, untuk segera mencopot Camat Cikulur dari jabatannya.

“Ini bukan sekadar persoalan peringkat. Ini soal martabat masyarakat Cikulur yang direndahkan. Mengapa harus mencatut peserta dari luar daerah? Apakah putra-putri Cikulur tidak cukup baik? Sejak dulu Cikulur gudangnya santri berprestasi,” tegas King Badak kepada awak media dalam rilisnya

Menurutnya, keputusan Camat Cikulur—yang disebut memiliki kewenangan penuh dalam menentukan peserta—telah mencederai kepercayaan warga.

Dalam dokumen kafilah Cikulur, tercatat sejumlah nama peserta dari luar daerah, di antaranya:

Habibi, Desa Sumber waras, Malingping, Muhamad Ridwan Hakim, Sawarna, Kecamatan Bayah, Ferdiansyah Siregar, Karawaci, Kota Tangerang, Serta belasan nama lain yang bukan berasal dari Cikulur.

King Badak menilai, dugaan penggunaan anggaran besar untuk merekrut peserta dari luar daerah tidak berbanding lurus dengan prestasi.

“Kalah pun kami tidak masalah. Yang jadi persoalan adalah putra-putri asli Cikulur malah tidak diberi ruang. Ini melukai hati masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya soal peserta, King Badak juga menyinggung ketidakpuasan warga atas penempatan Camat Cikulur saat ini.

“Warga Cikulur kecewa berat. Camat yang ditempatkan ini tidak punya rekam jejak baik selama menjabat di Pemkab Lebak. Keputusan memilih peserta dari luar daerah semakin menunjukkan buruknya kepemimpinan,” ucapnya.

Ia menegaskan, desakan kepada Bupati Lebak agar mencopot Camat Cikulur bukan ancaman kosong. Dalam waktu dua pekan, jika tidak ada langkah dari Bupati, warga bersama aktivis pemuda dan pemudi Cikulur siap menggelar aksi unjuk rasa besar di kantor kecamatan.

“Ini tuntutan rakyat. Kami tidak ingin pemimpin yang justru melemahkan potensi daerah sendiri. Bupati Lebak harus bersikap,” tambah King Badak.

Diketahui, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya sebelumnya menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan integritas, berpihak pada rakyat, dan memberantas praktik-praktik yang merugikan daerah.

Kini, masyarakat Cikulur menunggu langkah tegas Bupati Lebak dalam merespons tuntutan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *