Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.
Bali, Indonesia (22 April 2026) – Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.
Insiden terjadi pada Minggu malam, ketika dua wisatawan internasional mengalami luka serius akibat kecelakaan di area terpencil pulau tersebut. Salah satu korban mengalami trauma kepala, sementara korban lainnya mengalami patah tulang kaki yang signifikan.
Dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas medis darurat di lokasi dan upaya evakuasi alternatif yang tidak berhasil, pihak resort setempat menghubungi tim SGI pada hari Senin.
Dalam waktu kurang dari satu jam sejak permintaan diterima, helikopter FINNS Search & Rescue langsung dikerahkan dari Bali dengan tim lengkap yang terdiri dari dua pilot, load master, teknisi, serta dokter darurat dari Nusa Medica.
Karena adanya pembatasan penerbangan malam di Indonesia, tim sempat melakukan transit di Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumba keesokan paginya.
Operasi ini melibatkan beberapa titik evakuasi, termasuk pendaratan di lapangan sepak bola dekat rumah sakit regional, sebelum melanjutkan ke lokasi resort di pesisir untuk mengevakuasi korban kedua.
Kedua pasien berhasil distabilisasi dan diterbangkan kembali melalui Bima untuk pengisian bahan bakar, sebelum akhirnya tiba dengan selamat di Bali dan langsung dibawa menggunakan ambulans Nusa Medica ke BIMC Hospital Nusa Dua untuk perawatan lanjutan.
Respons Cepat Jadi Penentu Keselamatan
Misi ini menyoroti tantangan besar dalam penanganan keadaan darurat di wilayah terpencil Indonesia, di mana akses terhadap layanan medis sering kali terbatas dan waktu respons melalui transportasi konvensional bisa memakan waktu berjam-jam.
Perwakilan FINNS menyatakan:
“Inilah alasan utama mengapa fasilitas ini dibangun. Di wilayah terpencil Indonesia, akses terhadap layanan medis darurat tidak selalu cepat, dan waktu menjadi faktor yang sangat krusial.Kecepatan tim dalam merespons dan mengeksekusi operasi kompleks ini dengan aman menunjukkan betapa pentingnya kesiapan seperti ini.”
Sementara itu, perwakilan SGI menambahkan:
“Ini adalah operasi yang sangat sensitif terhadap waktu, dilakukan di medan terpencil dengan keterbatasan infrastruktur dan regulasi penerbangan.Fokus utama kami adalah memastikan kedua pasien mendapatkan penanganan secepat dan seaman mungkin. Tanpa respons cepat, kondisi seperti ini dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.”
Tonggak Baru Penanganan Darurat di Indonesia
Keberhasilan misi perdana ini menjadi langkah penting dalam pengembangan kapabilitas tanggap darurat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.
Seiring meningkatnya minat wisata ke destinasi di luar Bali seperti Sumba, kebutuhan akan sistem respons darurat yang cepat, andal, dan profesional menjadi semakin krusial.
Kontak Darurat
Untuk bantuan darurat atau menghubungi tim Search & Rescue:BASARNAS Hotline: 115
Informasi lebih lanjut:https://balisearchandrescue.com/about-us/
Artikel ini juga tayang di VRITIMES
