CISARUA- Yayasan Jembatan Nawacita (YJN) merasa terpanggil untuk turut menata Pedagang Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Itu terungkap ketika YJN menyodorkan kerjasama usaha dengan PTPN VIII Gunung Mas, Kamis (2/6/2022).
“Ini bagian dari program pemerintah. Kalau tidak ada aral melintang, Juli, sudah teralisasi,”jelas Kasino dari YJN saat bincang-bincang dengan Suara Bogor di Warfat, Puncak Pas, Bogor.
Dia melanjutkan, YJN yang akan memanfaatkan peluang Kerjasama Operasional (KSO) lahan perkebunan seluas 2 hektar. Kata dia, lahan tersebut untuk pembangunan read area guna penataan PKL.
Ditempat sama, salah satu tokoh pemuda Cisarua Tio, menyambut baik langkah kerjasama YJN dengan PTPN VIII Gunung Mas. Menurut dia, kerjasama itu akan menjadi solusi dalam mengurai persoalaan PKL, khusus PKL yang berada di titik lokasi Puncak Pas hingga titik Gunung Mas.
“Kami sangat menyambut baik. Karena ini amat membantu program pemerintah dalam menata PKL Puncak,”sambutnya.
Karena dengan pembangunan rest area tersebut, lanjut dia, dapat menampung PKL yang tidak terelokasi di rest area Gunung Mas yang baru rampung di bangun Kementrian PUPR pada Desember 2021.
“Seperti PKL di lima titik diantaranya Warpat, Pergu, Litle S, At’Aun dan Cikaemasan. Semuanya hampir ada 700 PKL dari mulai titik Puncak Mas hingga Gunung Mas,”lanjutnya.
“Dan di prediksi PKL ini tidak akan tertampung di rest area Gunung Mas. Jadi pemanfaatan KSO bagi penataan oleh YJN akan menjadi solusi bagi PKL,”sambungnya.
Perlu diketahui, Kementrian PUPR telah membangun rest area diatas lahan perkebunan seluar 7 hektar. Di lokasi rest area yang dibangun dengan anggaran Rp 52,9 miliar tersebut, dilengkapi fasilitas utama.
Antara lain tiga area parkir seluas 1,774 m2 dengan daya tampung 500 mobil, lalu mesjid seluas 576 m2 dan Plaza pandang seluas seluas 572,27 m2. Pun tersedia meeting point’, taman terbuka hijau, Amphitheater, kolam retensi dan pengelolaan sampah.













