Cijeruk– Lokasi monumen perjuangan Tugu Maseng, tepatnya di RT 01 RW 08, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, nampak kumuh di tumbuhi oleh rumput liar. Kondisi itu punĀ menjadi pemandangan yang kurang elok di lihat mata warga yang melintas mau pun masyarakat setempat.
“Sayang sekali tempat yang memiliki nilai sejarah ini tidak terawat di penuhi oleh rumput-rumput. Seharusnya pemerintah memberikan perhatian untuk monumen Perjuangan Maseng ini,”imbuh TB Bambang, warga setempat saat menghampiri wartawan Jurnal Bogor, yang tengah mengambil gambar prasasti perjuangan, Kamis (30/4/2026).
Pria yang akrab di sapa Embe itu menjelaskan bahwa, kisaran lima tahun kebelakangĀ lokasi itu kerap di rawat oleh Karang Taruna Desa Warungmenteng. Sehingga kondisinya pun rapi dan tertata hingga terasa nyaman.
“Waktu saya di karang taruna dulu kita kerap melakukan giat perawatan. Jadi setiap rumput tumbuh kami bersihkan. Bahkan dari pihak Koramil pun turut serta membersihkan lokasi ini,”terangnya.
Lebih lanjut Embe mengatakan, sebagai putra daerah dirinya merasa bangga dengan adanya monumen perjuangan yang batu prasastinya ditandangani oleh mantan Bupati Bogor H. Ayip Rugbi, pada 20 Mei 1978.
“Tentunya monumen ini bukti adanya pertempuran sengit rakyat Maseng dalam mengusir penjajah. Walau pun mungkin generasi sekarang kebanyakan tidak tahu kisah heroik para pejuang dulu,”tukasnya.
Senda juga dikatakan Asep Solihin warga Desa Ciadeg yang tengah melintas di lokasi tersebut. Asep pun mengaku prihatin mendapati kondisi monumen Tugu Perjuangan Maseng sangat memprihatinkan.
“Semoga saja pemerintah memberi perhatian untuk merawat tempat yang jadi simbol perjuangan ini,”singkatnya sambil tancap gas motor metik putih yang ditungganginya.
Sementara itu, Kades Warungmenteng, Asep Zenal Arifin, saat hendak dimintai tanggapan kaitan kondisi prasasti perjuangan rakyat sedang tidak ada di kantornya.
Asep Rendra













