Bogor– Panas menyengat di balut polusi kebisingan mesin kendaraan bis-bis transfortasi antar kota dan provinsi di terminal Baranangsiang kota Bogor, terminal Baranangsiang Salah satu terminal dalam kota yang masih bertahan dan dekat dari berbagai arah dan untuk tujuan ke Jabodetabek Lebak Bulus, Tanjung Priok, maupun kota-kota lainya di Jawa Barat,Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Jawa -Bali. Bisa mampir beli oleh-oleh di sekitaran sini dengan harga yg terjangkau dan team saba bogor bertemu dengan beberapa tokoh yang aktif di terminal Baranangsiang bogor ini. Salah satu yang kami temui seorang pengurus dari dari armada antarkota Munif Fazaldin namun orang- orang di terminal akrab memanggilnya Bang Raja, pria kelahiran 47 tahun yang lalu ini walapun hanya sebagai pengurus armada di terminal tapi patut dibanggakan karena dia merupakan lulusan jurusan fakultas hukum dari sebuah universitas yang lumayan terkenal di kota Bogor.
Menurut Bang Raja di lokasi,”Terminalnya saat ini sangat kurang terawat, sudah usang, tua, bangunannya sudah banyak hancur seperti terminal tua yang tidak terawat, aspal jalannya juga sudah banyak yang hancur, sehingga ketika hujan sering menyisakan genangan air dan ini tentunya cukup merepotkan terlebih apabila lalu-lalang orang yang kebetulan membawa barang bawaan yang banyak dan berat, kebersihan lumayan lah tidak ada bau juga walaupun tidak bisa dikatakan rapih juga, tapi setidaknya tidak ada sampah tercecer. Terminal Baranangsiang ini harus banyak direnovasi dan saya mendapat info rencananya kedepan akan dijadikan terminal terpadu antara stasiun LRT dan terminal bus juga Mall”.
Beberapa tahun silam terminal Baranangsiang pernah menjadi pusat kegiatan transportasi utama di kota Bogor. Terminal ini melayani route Jakarta dan beberapa kota di Jawa dan Sumatera. Pagi hari adalah kondisi selalu ramai bahkan bus jurusan tertentu route Jakarta-Bekasi harus berebut untuk naik bus.
Sampai kemudian setelah 2010 ada pembenahan pada PT. KAI yang luar biasa yang mengoperasikan sistem transportasi KRL commuter line,menjadi lebih aman dan nyaman,tepat waktu, lebih banyak armada keretanya dan pastinya jauh lebih murah. Perlahan pengguna jasa transportasi angkutan umum menuju Jakarta beralih menggunakan KRL commuter line dan lambat laun angkutan bus khususnya tujuan Jakarta dan beberapa kota lainya semakin sepi penumpang, bahkan untuk mengisi bus penuh harus nunggu sampai satu jam lebih.
Spertinya sangat sulit untuk mengembalikan kondisi aktivitas terminal ramai seperti dulu, karena pilihan pengguna jasa angkutan menuju Jakarta khususnya akan memilih transportasi yang lebih cepat dan murah tentunya, sedangkan angkutan bus antar propinsi juga mendapat saingan jasa angkutan travel dan juga transportasi online yang baru beberapa tahun berjalan.
Segalanya memang akan berubah secara pasti, bahkan “penguasa” jalanan kota Bogor angkot dan telah mulai digantikan bis kota trans pakuan sedikit demi sedikit. Nanti di kota Bogor bukan hanya bemo yang akan jadi kenangan tapi juga angkot untuk semua jurusan.
Mungkin untuk kedepanya perlu penataan dan modernisasi untuk terminal Baranangsiang ini dengan posisi yang strategis sebagai pusat atau mungkin akan di relokasi ke tempat lain kita pun belum mengetahui semuanya tergantung kepada pemimpin kota Bogor akan di buat seperti apa terminal ini sebagai pusat titik transportasi di kota Bogor.








