Medan – “Pada peringatan hari Pers Nasional sekarang ini saya ingin mengatakan bahwa dunia Pers tidak sedang baik-baik saja.”
Sambutan Presiden Joko Widodo saat menghadiri dalam acara ulang tahun pers di Medan pada hari pers nasional yang jatuh pada tanggal 07 Febuari 2023. Dia menyampaikan bahwa isu utama dunia pers adalah kebebasan pers. Namun isu itu menurut Joko Widodo telah bergeser karena kurangnya kebebasan, karena pers sekarang ini mencakup seluruh media informasi yang bisa tampil digital dan semua orang bebas membuat berita dan sebebas-bebasnya. Yang utama menurut Joko Widodo bagaimana caranya membuat berita yang bertanggung jawab dikarenakan masyarakat kebanjiran berita dari medsos dan media lainya. Termasuk terutama flatform asing dan umumnya mereka tidak beredaksi atau di kendalikan oleh EI, algoritma raksasa digital yang cenderung mementingkan untuk sisi komersialnya saja dan hanya akan mendorong konten-konten recehan yang mengedepankan sisi sensasional yang telah banyak beredar di masyarakat. Dan itu semua akan mengorbankan isi dari jurnalisme ontentik dan ini yang menyebabkan kehilangan sisi jurnalismenya. Hal semacam ini jangan sampai mendominasi kehidupan masyarakat dan bangsa kita.
Dan juga tatangan berat media pers kita bahwa sekitar 60% belanja iklan telah di ambil oleh media digital flatform asing. Maka dari itu Joko Widodo mengundang beberapa tokoh insan pers untuk membicarakan masalah media flatform asing ini dengan menkoinfo untuk memperakarsai rancangan Perpres tentang kerja sama perusahaan flatform digital perusahaan pers untuk mendukung jurnalisme yang lebih berkualitas. Dan Joko Widodo memerintahkan kepada tokoh-tokoh insan pers dan menkoinfo duduk bersama menggodog perpres tersebut harus terealisasi satu bulan ini. Dan pembahasan Perpres ini di awasi langsung oleh Presiden. Karena belanja iklan 60% belanja iklan sudah di ambil terutama oleh falatform media asing dan itu artinya sumber daya media konvensional akan semakin berkurang terus sekalipun media lokal telah banyak yang mengembangkan media digital tetapi dominasi flatform media dalam mengambil belanja iklan ini telah menyulitkan media di Indonesia. Serta Joko Widodo juga memperingatkan tentang masalah kedaulatan dan keamanan data dalam negeri harus menjadi perhatian utama karena data adalah new oli yang harganya tidak terhingga karena penguasa data bukan hanya memahami kebiasaan dan prilaku masyarakat. Mereka dengan algoritma digital dapat menguasai data dan dapat mengendalikan preprensi masyarakat dan itu yang harus di perhatikan untuk kehati-hatinya dengan data sekarang ini dan hal ini harus diwaspadai. Karena di tengah suasana seperti sekarang ini insan media sebagai arus utama mainstream yang sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi menyajikan informasi yang terperifikasi dan menjalankan peran yang memberi harapan pada kita semua. Dan media ditekankan harus menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran dan membangun optimisme. Di tekankan juga dengan memasuki tahun politik media masa harus tetap berpegang teguh pada idealisme, obyektif dan tidak tergelincir pada polarisasi karena media harus mendorong harus mendorong pelaksanaan pemilu 2024 agar berjalan jujur dan adil serta meneguhkan persatuan Indonesia karena media masa sebagai pilar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang ter update dan terpercaya.#sbr:wartanasional







