Bogor- PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ) (Mayora Group) kembali menunjukan keseriusan serta komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan. Hal itu dilakukan melalui implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) pemulihan ekosistem di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Di penghujung tahun 2025 ini, TFJ bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) serta menggandeng Akademisi Hidrogeologi Universitas Padjajaran (Unpad), melakukan serangkaian kajian ilmiah serta program bersama antara lain penanaman pohon, pameran produk kelompok tani hutan binaan dari BBTNGGP.
Puncak dari rangkain kegiatan ini yakni dengan diresmikannya Fasilitas Penunjang Wisata Alam dan Bangunan Konservasi Air Tanah Kolam dan Sumur Resapan (Embung) yang berlokasi di kawasan Camping Ground Lebak Ciherang (LBC) yang masuk ke dalam Zona Pemanfaatan Resort PTN Tapos Wilayah III Bogor, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
“Embung ini dibangun sebagai fasilitas penunjang bagi para pengunjung agar merasa lebih nyaman serta mendorong pengembangan lokasi LBC ini. Dan peresmian fasilitas ini menjadi puncak rangkaian kegiatan di kawasan TNGGP tahun ini,” ungkap Woko Wahtoto, IRGA Bisnis Partner (BP), Senin (15/12/2025).
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi sarana konservasi sekaligus edukasi tentang air tanah, agar air yang mengalir dari kawasan konservasi TNGGP bisa menjadi cadangan air tanah yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna lainnya.
Di tempat yang sama, External Affairs & Regulatory Director Johan Muliawan menambahkan, pembangunan sarana konservasi air tanah kolam dan sumur resapan (embung) bertujuan untuk memastikan bahwa ketersediaan air di masa yang akan datang akan tetap terjaga.
“Selain sebagai upaya pemulihan ekosistem, penanaman pohon endemik asli TNGGP ini dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman hayati di kawasan TNGGP. Dan semoga hasilnya nanti bisa dinikmati anak cucu kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNGGP Arief Mahmud memaparkan, program ini adalah perwujudan nyata sinergitas sekaligus kepedulian multipihak terhadap kelestarian hutan. Ia pun menyebut implementasi program ini hasil dari perjanjian kerjasama pihaknya dengan PT TFJ yang terjalin sejak tahun 2017 lalu melalui skema program CSR.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif PT TFJ serta semua elemen lainnya yang selama ini konsisten mendukung upaya pemulihan ekosistem hutan dengan turut melibatkan peran warga sekitar kawasan. Karena keberhasilan pengelolaan taman nasional sangat bergantung pada kesadaran dan kontribusi kolektif kita semua,” paparnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga kelestarian hutan melalui kegiatan penanaman pohon atau pun bentuk upaya lainnya yang bertujuan merawat peradaban alam demi keberlangsungan generasi yang akan datang.
Selain manajemen perusahaan, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tamu undangan penting lainnya antara lain Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Air Tanah & Geologi Tata Lingkungan (Kapus PAT GTL) Agus Cahyono Adi, Taat Setiawan, perwakilan Balai Konservasi Air Tanah , Susanti, Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Boy Yoseph, Akademisi Hidrogeologi Universitas Padjajaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Tak hanya itu, sejumlah unsur pemerintahan seperti Camat Caringin, Kades Ciherang Pondok, Kades Cileungsi, Kapolsek Ciawi dan Danramil Ciawi, serta para tokoh masyarakat sekitar juga turut menghadiri kegiatan tersebut.(ZO)










